Oleh: Gresik | 11 Maret 2009

BASIS DATA LANJUT

sudah lama saya gak nulis di blog saya sekarang saya pingin nulis. selama ini saya agak pusing karena apa yang saya perolah selama ini sangatlah tak mendukung saya dalam segala kehidupan saya. tapi sekarang saya sudah menemukan semua apa yang saya inginkan dan saya selalu berdoa semoga saya selalu mendaptkan anugrah dari ALLAH SWT semoga saya selalu mendapatkan limpahan rahmat-NYA amin saya sangat ingin sekali bisa oracle, tapi saya tidak bisa-bisa. Namun saya teringat akan ucapan dosen saya  bahwasannya “jikalau kamu sering mencoba kamu pasti bisa”

saya akan berbagi ilmu pada kalian tentang trigger. semoga bermanfaat.amin

2.1.1 Penggunaan Trigger

Sintaks umum penciptaan trigger adalah:

CREATE [OR REPLACE] TRIGGER trigger_name

{BEFORE | AFTER} triggering_event

[referencing_clause]

[WHEN trigger_condition]

[FOR EACH ROW]

Trigger_body;

dimana trigger_name adalah nama trigger, triggering_event menspesifikasikan event yang firing (menyalakan) trigger, dan trigger_body adalah kode utama untuk trigger. Referencing_clause digunakan untuk menunjuk pada data dalam baris yang saat ini sedang dimodifikasi dengan nama yang berbeda. Jika ada trigger_condition dalam klausa WHEN, pertama akan dievaluasi dan kemudian trigger_body dieksekusi hanya jika hasil evaluasi bernilai TRUE.

Trigger dapat dinyalakan sebelum (before) atau sesudah (after) eksekusi statement, dan dapat dinyalakan sekali tiap baris yang dipengaruhi atau sekali tiap statement. Kombinasi dari tiga faktor ini menentukan tipe trigger. Ada total 12 kemungkinan: 3 statement x 2 timing x 2 level. Tabel 2.4 menunjukkan macam-macam pilihan tersebut.

Tabel 2.5 Tipe dari trigger Data Manipulation Language

Kategori

Nilai

Keterangan

Statement

INSERT, DELETE, atau UPDATE

Menentukan jenis statement Data Manipulation Language yang menyebabkan trigger dinyalakan.

Timing

BEFORE atau AFTER

Menentukan apakah trigger menyala sebelum atau sesudah statement dieksekusi.

Level

Row atau Statement

Jika trigger adalah row-level, maka akan dinyalakan sekali untuk setiap baris yang dipengaruhi oleh statement trigger. Jika trigger adalah statement-level, maka akan dinyalakan sekali sebelum atau sesudah statement. Trigger row-level diidentifikasikan oleh klausa FOR EACH ROW dalam pendefinisian trigger.


Tanggapan

  1. le iso [dot]teka
    http://www.cakimin.tk


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.